Serang — Dalam rangka mendukung implementasi Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) Tahun 2026, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Serang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Pasar (05/05/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian tahapan dalam pelaksanaan program PPABK, yang bertujuan untuk membangun kemandirian komunitas pasar dalam menjamin keamanan pangan.
Kegiatan diikuti oleh koordinator pasar, pedagang, serta perwakilan paguyuban dari Pasar Baros dan Pasar Dukuh. Melalui bimtek ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan sebagai upaya penguatan peran komunitas dalam melakukan pengawasan pangan secara mandiri di lingkungan pasar.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan rompi fasilitator keamanan pangan pasar serta test kit uji cepat bahan berbahaya kepada Pasar Baros sebagai pasar intervensi tahun 2026. Penyerahan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peran fasilitator pasar sebagai agen perubahan dalam penerapan prinsip keamanan pangan di pasar tradisional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOM di Serang, Fauzi Ferdiansyah. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa PPABK merupakan program berbasis pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari advokasi, bimtek komunitas, Sosialisasi, pengawasan, hingga monitoring dan evaluasi. Oleh karena itu, bimtek ini menjadi tahapan penting dalam memastikan kesiapan komunitas pasar dalam menjalankan program secara berkelanjutan.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi terkait keamanan pangan, meliputi pengenalan nomor izin edar, penerapan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa), serta pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile sebagai sarana pengecekan produk. Selain itu, disampaikan pula materi mengenai Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebagai jaminan keamanan produk olahan.
Pada sesi berikutnya, peserta dibekali materi “5 Kunci Keamanan Pangan” yang menekankan praktik dasar dalam menjaga keamanan pangan, mulai dari kebersihan hingga penyimpanan yang tepat.
Sebagai penutup, kegiatan diisi dengan praktik langsung penggunaan test kit untuk uji cepat bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan Rhodamin B, serta praktik penerapan Cek KLIK pada pangan olahan. Melalui praktik ini, peserta diharapkan mampu melakukan identifikasi awal terhadap potensi bahaya pada pangan yang beredar.
Melalui kegiatan ini, BBPOM di Serang berharap komunitas pasar dapat semakin berdaya dan berperan aktif dalam mewujudkan pasar yang aman, sehat, dan terpercaya. Dengan pelaksanaan tahapan program secara berkelanjutan, PPABK diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perlindungan konsumen dan peningkatan kualitas pangan di masyarakat.