BBPOM di Serang Kawal Mutu dan Keamanan Alokon di Wilayah Banten untuk Mendukung Pelayanan KB Berkualitas

03-11-2026 Komunikasi Informasi Edukasi Dilihat 8 kali

Serang – Mutu dan keamanan alat dan obat kontrasepsi (Alokon) menjadi faktor penting dalam mendukung pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang aman dan berkualitas. Untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga hingga digunakan masyarakat, diperlukan pengawasan menyeluruh mulai dari produk, penyimpanan, hingga pendistribusian.

Komitmen tersebut diperkuat melalui keterlibatan Balai Besar POM (BBPOM) di Serang dalam kegiatan Penggerakan Tata Kelola Alokon (Diskusi Partisipatif Tingkat Provinsi dalam Rangka Penguatan Peran Pencatatan dan Pelaporan dalam Tata Kelola Alokon) Tahun 2026 yang diselenggarakan Perwakilan BKKBN Provinsi Banten pada 27–28 Oktober 2026 di Hotel Aston Serang.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBPOM di Serang, Fauzi Ferdiansyah, hadir sebagai narasumber dengan materi “Peran BPOM dalam Pengawasan dan Pengendalian Mutu/Kualitas Alat dan Obat Kontrasepsi untuk Mendukung Pelayanan KB yang Aman dan Berkualitas”.

Fauzi menjelaskan bahwa BPOM berperan dalam pengawasan mutu dan keamanan obat kontrasepsi melalui koordinasi, pemantauan, penilaian, dan evaluasi, termasuk pembinaan penerapan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Peran tersebut merupakan bagian dari kolaborasi lintas kementerian/lembaga melalui Keputusan Bersama (SKB) 4 Kementerian/Lembaga tentang Pengendalian Mutu Pelayanan KB.

Pengawasan tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga memastikan penyimpanan dan distribusi dilakukan sesuai ketentuan. Gudang Alokon di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota perlu didukung tenaga yang kompeten, SOP, dokumentasi yang tertib, serta fasilitas penyimpanan yang memenuhi persyaratan, termasuk pengendalian suhu.

Selain itu, BPOM melaksanakan pengawasan berbasis risiko melalui sampling dan pengujian produk serta pemeriksaan sarana. Pengawasan keamanan obat juga diperkuat melalui pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) atau Efek Samping Obat (ESO).

Dalam tata kelola Alokon, pencatatan dan pelaporan yang akurat menjadi aspek penting untuk memantau ketersediaan dan pergerakan stok. Oleh karena itu, pengelolaan kartu stok, pelaksanaan stok opname, serta evaluasi fasilitas penyimpanan perlu dilakukan secara konsisten.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Serang mendorong penguatan koordinasi dengan BKKBN, Dinas Kesehatan, organisasi profesi, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga mutu dan keamanan Alokon dari proses penerimaan hingga pendistribusian, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan Keluarga Berencana yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Sarana