Lebak - Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang (BBPOM di Serang) menyelenggarakan kegiatan DIVA Inklusif (Deteksi Instan Verifikasi Pangan Aman) di SKh Negeri 03 Lebak pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BBPOM di Serang dalam menghadirkan layanan informasi Obat dan Makanan yang inklusif serta mendekatkan edukasi keamanan pangan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas sekolah berkebutuhan khusus.
Kegiatan DIVA Inklusif diikuti oleh peserta didik, wali murid, guru, dan tenaga pendidik SKh Negeri 03 Lebak. Dalam sambutannya, Ade Rofiudin selaku Wakil Kepala SKh Negeri 03 Lebak menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BBPOM di Serang yang telah berkenan hadir untuk memberikan edukasi mengenai keamanan pangan. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan pengetahuan seluruh komunitas sekolah mengenai pentingnya memilih dan mengonsumsi pangan yang aman.
Selain penyampaian informasi terkait keamanan pangan dan bahaya bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan, kegiatan ini juga menghadirkan layanan pengujian pangan gratis menggunakan rapid test kit. Sebanyak 13 sampel pangan yang dibawa oleh peserta maupun tersedia di lingkungan sekitar sekolah diuji secara langsung. Sampel tersebut terdiri dari berbagai jenis pangan, antara lain jelly, bakso ikan, ikan asin, martabak tahu, dan siomay.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diperiksa tidak mengandung bahan berbahaya yang dilarang, seperti Rhodamin B, boraks, maupun formalin. Hasil ini memberikan gambaran positif bahwa pangan yang diuji memenuhi aspek keamanan dari parameter bahan berbahaya yang diperiksa.
Kegiatan semakin menarik ketika beberapa perwakilan peserta didik turut dilibatkan dalam simulasi pengujian cepat pangan. Dengan penuh antusias, mereka mencoba menggunakan rapid test kit pada sampel pangan yang mengandung Rhodamin B sebagai media pembelajaran. Melalui praktik langsung tersebut, peserta dapat memahami cara sederhana mengenali indikasi penggunaan bahan berbahaya pada pangan.
Melalui DIVA Inklusif, BBPOM di Serang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilih pangan yang aman serta berperan aktif dalam melindungi diri dan keluarga dari risiko pangan yang mengandung bahan berbahaya. Edukasi yang mudah diakses dan melibatkan partisipasi langsung masyarakat diharapkan dapat membangun budaya konsumsi pangan aman yang berkelanjutan.