Memasuki pekan kedua Bulan Ramadhan (06/06), Balai POM di Serang bersama Bupati Kabupaten Tangerang H. Zaki Iskandar beserta Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Tradisional di Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari untuk melakukan pengawasan terhadap bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan, serta memberikan edukasi kepada para pedagang dan konsumen agar tetap dapat mengkonsumsi pangan yang aman.
Pada pengawasan kali ini, petugas Balai POM di Serang melakukan pengambilan dan pengujian sampel pangan. Hari pertama sidak dilakukan di Pasar Kampung Melayu dan Takjil di Jl. Melati Kelapa Dua, dari hasil pengujian 30 sampel makanan menggunakan rapid test kit, masih diduga ditemukan kandungan formalin pada tahu goreng, tahu sarang burung, dan tahu putih; pewarna Rodamin B pada kue mangkok; dan borax pada cingcau hitam. Sedangkan pada hari kedua sidak dilakukan di Pasar Sentiong dan Takjil di Citra Raya dan Giant Express. Dari 40 sampel yang diambil dan dilakukan pengujian menggunakan rapid test kit, masih diduga ditemukan kandungan rhodamin-B pada sampel kue mangkok, pacar cina, dan telur gabus pink, serta formalin pada sampel tahu.
Kepala Balai POM di Serang, Nurjaya Bangsawan mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan makanan di pasar tradisional dan modern selama Bulan Ramadhan ini agar masyarakat aman dari makanan yang mengandung zat berbahaya dan terhadap makanan yang mengandung zat berbahaya, kami akan melakukan pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi, sebagai pembinaan kepada pedagang. Sebagai tindak lanjut, tim pemeriksaan dan penyidikan Balai POM di Serang akan menelusuri darimana asal bahan berbahaya tersebut hingga ke pihak pabriknya. Untuk pencegahan kami telah melakukan upaya dengan mencampurkan formalin dengan zat pemahit. Sehingga ketika formalin dicampurkan ke pangan rasanya akan pahit. Selain itu kami juga melakukan penindakan terhadap importir pewarna kimia yang sengaja menjualnya ke produsen makanan
Dengan adanya temuan tersebut Nurjaya menghimbau kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi, karena dengan adanya kandungan bahan berbahaya pada makanan yang kita konsumsi dapat berdampak buruk bagi kesehatan terutama bagi fungsi pencernaan, funsi hati dan ginjal hingga dapat menyebabkan kanker. Masyarakat diharapkan dapat menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi, terutama makanan untuk berbuka puasa. Kenali ciri-ciri makanan yang mengandung bahan berbahaya sebelum membeli produk makanan.
Balai POM di Serang