Komitmen Mutu Terjaga: BBPOM di Serang Berhasil Pertahankan Akreditasi ISO/IEC 17025:2018

23-06-2026 Audit Dilihat 79 kali

Serang — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Serang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga mutu dan integritas layanan pengujian laboratorium melalui pelaksanaan reakreditasi standar internasional ISO/IEC 17025:2018 yang dilaksanakan pada tanggal 17–18 Juni 2026.

Kegiatan reakreditasi ini menjadi salah satu bentuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen mutu laboratorium, mencakup aspek teknis pengujian, kompetensi personel, kelengkapan sarana dan prasarana, serta konsistensi penerapan prosedur kerja sesuai standar yang berlaku. Pelaksanaan audit dilakukan oleh tim auditor yang dipimpin oleh Lead Auditor, OK Teguh Indrawan Mulia, bersama empat anggota auditor lainnya yang melakukan penilaian secara komprehensif terhadap seluruh ruang lingkup pengujian di BBPOM di Serang.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala BBPOM di Serang, Fauzi Ferdiansyah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan reakreditasi bukan hanya sebagai bentuk pemenuhan standar, tetapi juga sebagai wujud komitmen BBPOM di Serang dalam memberikan jaminan mutu hasil pengujian kepada masyarakat serta mendukung sistem pengawasan obat dan makanan yang kredibel dan terpercaya.

Hasil dari pelaksanaan audit menunjukkan capaian yang sangat baik, di mana seluruh ruang lingkup akreditasi dapat dipertahankan tanpa adanya ketidaksesuaian mayor yang berpengaruh terhadap status akreditasi. Meskipun demikian, tim auditor tetap memberikan beberapa rekomendasi perbaikan yang bersifat penguatan dan peningkatan berkelanjutan guna meningkatkan efektivitas implementasi sistem manajemen mutu di laboratorium.

Dengan hasil tersebut, BBPOM di Serang semakin mempertegas posisinya sebagai laboratorium pengujian yang kompeten, profesional, dan berstandar internasional. Keberhasilan ini juga menjadi dorongan untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas layanan demi mendukung perlindungan kesehatan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan yang lebih optimal.

Sarana