Serang – Selasa (18/12) Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Serang menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat di Provinsi Banten, yang dihadiri oleh 36 orang perwakilan Industri Farmasi se-Provinsi Banten. Acara dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Serang, Sukriadi Darma. Pada acara tersebut, Sukriadi Darma, memberikan paparan mengenai Hasil Pengawasan Obat dan Industri Farmasi di Provinsi Banten.
Dalam paparannya, Sukriadi Darma menekankan pentingnya Industri Farmasi dalam melakukan Pengawasan Obat secara mandiri, dimulai dari Pemeriksaan bahan obat, proses produksi, hingga produk jadi serta pengawasan mutu dan keamanan obat selama distribusi dan setelah dipasarkan (post-market) melalui Monitoring Efek Samping Obat (MESO). Hal ini dilakukan agar bahan obat atau produk obat tersebut tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu, misalnya penyaluran obat di jalur ilegal (illicit), pemalsuan obat, atau dijadikan bahan baku untuk produk jamu atau kosmetika.
Setelah pemaparan tersebut, dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen oleh Kepala Balai Besar POM di Serang beserta perwakilan dari Industri Farmasi dan pemaparan materi mengenai Tantangan dalam Penerapan Aspek CPOB dan Upaya Peningkatan Pengawasan Obat di Industri Farmasi oleh Kepala Bidang Pemeriksaan Balai Besar POM di Serang, Faizal Mustofa Kamil.
Dengan diselenggarakannya acara ini, diharapkan komitmen ini menjadi pengingat bagi Balai Besar POM di Serang dan Industri Farmasi untuk senantiasa memproduksi produk obat yang terbaik, yang aman, yang dapat menyembuhkan disertai dengan pengawasan obat yang optimal sehingga menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. (FN)
BALAI BESAR POM DI SERANG