Pandeglang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Serang turut berpartisipasi dalam Festival Bubur Suro yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (25/6). Kehadiran BBPOM di Serang merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian pangan tradisional sekaligus penguatan budaya keamanan pangan di tengah masyarakat.
Kepala BBPOM di Serang, Fauzi Ferdiansyah, hadir secara langsung untuk sebagai salah satu dewan juri pada lomba pembuatan Bubur Suro yang diikuti oleh sepuluh tim dari delapan kampung serta perwakilan sekolah dasar. Festival Bubur Suro merupakan agenda tahunan masyarakat Desa Bandung untuk menyambut 10 Muharam 1448 Hijriah.
Penilaian lomba tidak hanya memperhatikan cita rasa dan penyajian, tetapi juga aspek higiene dan sanitasi dalam proses pengolahan pangan, kebersihan peralatan, serta penerapan prinsip keamanan pangan. Melalui keterlibatan sebagai dewan juri, BBPOM di Serang mengedukasi masyarakat bahwa pangan tradisional yang menjadi warisan budaya perlu diolah dengan cara yang aman agar tetap memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.
Fauzi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bandung dan seluruh masyarakat yang terus menjaga tradisi Bubur Suro sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.
"Festival Bubur Suro merupakan tradisi yang sangat baik untuk terus dilestarikan. Selain memperkuat nilai kebersamaan dan budaya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan makanan. Pangan tradisional yang aman dan bermutu akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya," ujar Fauzi.
Festival Bubur Suro tahun ini diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain pembuatan Bubur Suro secara gotong royong, kirab budaya, doa bersama, pentas seni tradisional, bazar UMKM, serta pembagian sekitar 2.000 porsi Bubur Suro kepada masyarakat dan pengunjung. Keikutsertaan BBPOM di Serang pada kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan budaya keamanan pangan yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menerapkan cara pengolahan pangan yang baik tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
BBPOM di Serang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang mengangkat potensi pangan lokal, sehingga pangan tradisional Indonesia tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga memenuhi aspek keamanan, mutu, dan gizi bagi seluruh masyarakat.