Serang - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Serang mencatat kinerja positif dalam layanan pemberian informasi kepada masyarakat sepanjang Triwulan I Tahun 2026. Selama periode Januari hingga Maret 2026, BBPOM di Serang telah memberikan sebanyak 159 layanan informasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Seluruh layanan tersebut berhasil diselesaikan dengan rata-rata waktu hanya 1 hari kerja, jauh lebih cepat dibandingkan standar Service Level Agreement (SLA) yang ditetapkan, yakni 5 hari kerja untuk informasi normatif dan 14 hari kerja untuk informasi yang memerlukan kajian.
Berdasarkan komoditi, permintaan informasi paling banyak berkaitan dengan komoditi pangan, yang mencapai 60,74 persen dari total layanan. Hal ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap keamanan dan mutu pangan yang beredar. Selain itu, informasi umum menempati posisi kedua sebesar 18,40 persen, disusul kosmetik sebesar 7,98 persen.
Dominasi komoditi pangan ini tidak terlepas dari kondisi wilayah pengawasan BBPOM di Serang, di mana sarana produksi pangan menjadi yang terbanyak, yaitu mencapai 82,48 persen. Kondisi ini mendorong tingginya kebutuhan informasi baik dari pelaku usaha maupun masyarakat umum.
Dari sisi media layanan, terjadi pergeseran signifikan ke arah digital. WhatsApp menjadi media utama dengan kontribusi sebesar 76,69 persen dari total permohonan informasi. Sementara itu, layanan tatap muka hanya mencapai 18,40 persen.
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih memilih layanan yang cepat, praktis, dan fleksibel. Tingginya penggunaan WhatsApp juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang mencatat bahwa 75,17 persen penduduk telah mengakses internet dalam tiga bulan terakhir.
Jika ditinjau dari jenis informasi yang diminta, aspek legalitas produk menjadi yang paling dominan, yaitu sebesar 72,39 persen. Permintaan ini umumnya mencakup dua hal utama, yaitu tata cara pendaftaran produk serta pengecekan legalitas produk yang telah beredar di pasaran.
Hal tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memasarkan produk yang telah memiliki izin edar. Di sisi lain, masyarakat juga semakin kritis dalam memastikan keamanan produk yang mereka konsumsi.
Dari segi profil pengguna layanan, kalangan karyawan menjadi kelompok terbanyak yang mengakses layanan informasi, yaitu sebesar 49,69 persen. Disusul pelaku usaha sebesar 25,77 persen, serta pelajar dan mahasiswa sebesar 9,20 persen. Pelajar dan mahasiswa umumnya memanfaatkan layanan ini untuk keperluan penelitian, tugas akhir, maupun magang.
Melihat tren tersebut, BBPOM di Serang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya dalam penyediaan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses. Upaya ini juga akan diiringi dengan peningkatan publikasi kanal layanan agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan sumber informasi resmi terkait obat dan makanan.
Dengan layanan yang semakin responsif dan berbasis digital, BBPOM di Serang diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui informasi yang valid dan terpercaya.