Sinergi BBPOM di Serang dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Membangun Sistem Farmakovigilans yang Andal

25-02-2026 Farmakovigilans Dilihat 100 kali

Serang - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Serang terus memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan obat melalui penguatan sistem farmakovigilans. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Farmakovigilans bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang diselenggarakan pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di BBPOM di Serang.

Kegiatan yang mengusung tema “Lima menit yang Anda gunakan untuk melaporkan KTD/ESO, dapat menyelamatkan ribuan nyawa pasien” ini dihadiri oleh 45 tenaga kesehatan yang terdiri dari Apoteker, Bidan, dan Perawat dari 45 Fasyankes. Peserta yang hadir mewakili 20 Rumah Sakit, 7 Klinik, dan 18 Puskesmas di wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan dibuka oleh Kepala BBPOM di Serang, Fauzi Ferdiansyah, yang menekankan pentingnya peran aktif Fasyankes dalam pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dan Efek Samping Obat (ESO). Dalam sambutannya, disampaikan bahwa pada tahun 2025 baru 14 sarana dari 45 sarana yang melaporkan KTD/ESO dengan jumlah laporan sebanyak 46. Fauzi berharap pada tahun 2026, jumlah pelaporan dapat terus meningkat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan efektivitas Obat yang digunakan masyarakat serta memperkuat sinergi antara Pemerintah dan Fasyankes sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat.

Materi KIE disampaikan secara komprehensif oleh para narasumber. Rhatih Eka Sasongko, selaku Ketua Tim Fungsi Pemeriksaan BBPOM di Serang, memaparkan pentingnya monitoring Efek Samping Obat sebagai bagian krusial dalam Sistem Farmakovigilans. Peserta juga mendapatkan pembelajaran praktis melalui sesi berbagi pengalaman (sharing session) yang disampaikan oleh Shinta Dewi Kartika, Kepala Instalasi Farmasi RS Hermina Cilegon. RS Hermina Cilegon dipilih sebagai narasumber karena merupakan salah satu Fasyankes yang telah menerima KIE Farmakovigilans pada tahun 2025 dan secara konsisten melaporkan KTD/ESO melalui aplikasi e-MESO. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan praktik baik (best practice) bagi Fasyankes lainnya.

Pada sesi selanjutnya, Mardiana Gustanti, selaku Ketua Tim Fungsi Infokom BBPOM di Serang, juga memberikan paparan teknis mengenai tata cara pelaporan KTD/ESO melalui sistem yang tersedia. Sesi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta karena memberikan panduan praktis yang dapat langsung diimplementasikan di fasilitas masing-masing.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test dan post-test kepada seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti KIE, yang menandakan bahwa kegiatan edukasi berjalan efektif dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan terkait Farmakovigilans.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara BBPOM di Serang dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam mewujudkan Sistem Farmakovigilans yang andal. Partisipasi aktif Tenaga Kesehatan dalam pelaporan KTD/ESO menjadi kunci penting dalam memastikan Obat yang beredar tetap aman, berkhasiat, dan bermutu demi melindungi kesehatan masyarakat.

Sarana