Kota Serang — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Serang bersama Pemerintah Kabupaten Serang memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu dan Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) melalui kegiatan pra-advokasi yang digelar di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Serang, Kamis (16/04/2026).
Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Serang ini menjadi momentum penting dalam menyamakan persepsi serta mematangkan kesiapan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala BBPOM di Serang dalam paparannya menyampaikan arah kebijakan dan strategi implementasi program, termasuk intervensi pada sektor sekolah, desa, dan pasar.
Sekda Kabupaten Serang menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut serta mengarahkan seluruh OPD untuk berperan aktif dalam memberikan rekomendasi lokasi intervensi yang sesuai kriteria agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Pada sektor pendidikan, program akan menjangkau 5 sekolah sebagai lokasi intervensi dan 20 sekolah sebagai perluasan, dengan rekomendasi yang telah dihimpun dari Dinas Pendidikan, KCD, dan Kementerian Agama.
Untuk program Desa Pangan Aman, ditetapkan empat desa sebagai lokasi intervensi, terdiri dari dua desa lokus stunting dan dua desa non-stunting. Desa Margagiri dan Desa Sindangheula diusulkan sebagai desa non-stunting, sementara Desa Julang dan Desa Pabuaran sebagai desa dengan lokus stunting.
Di sektor pasar, intervensi difokuskan pada Pasar Baros sebagai pasar utama, serta Pasar Dukuh yang diusulkan pemerintah daerah untuk direplikasi dalam program keamanan pangan.
Selain itu, pembahasan juga mencakup pelaksanaan Program KKPA Tahun 2026 dengan Bapperida Kabupaten Serang sebagai penanggung jawab utama dan Ibu Devi sebagai PIC. Untuk memperkuat koordinasi, akan dibentuk grup khusus KKPA 2026. Seluruh PIC dari masing-masing OPD diharapkan tidak mengalami pergantian serta berkomitmen hingga tahap akhir pengumpulan data dukung.
Melalui kolaborasi antara BBPOM di Serang dan Pemerintah Kabupaten Serang, diharapkan program ini mampu meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menerapkan keamanan pangan, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan perlindungan kesehatan masyarakat.